Kelelahan Karena AI Itu Nyata, Fokus Aja Ke Hal Ini
Selama saya ngeblog teknologi dari 2009, era hari ini (2026) adalah era dimana teknologi digital berkembang begitu cepatnya sampai susah dikejar.
Yang menjadi biang keroknya tentu adalah perkembangan AI.
Sadar atau tidak, setiap hari ada begitu banyak tools baru yang dibuat dengan basis AI. Input berbagai media ke AI lalu output berbagai media dihasilkan AI. Belum lagi tiap hari media sosial dibanjiri banyak konten dibuat dengan AI.

Peluang Besar Tapi Juga Kebingungan
Banyak yang mengatakan peluang cuan dari digital jadi terbuka sangat lebar, namun barriernya menjadi sangat rendah sehingga apa yang kita buat hari ini dengan sangat mudah ditiru besok.
Semua teman yang saya temui memiliki masalah yang sama hari ini. Mereka sering bertanya:
"Sekian banyak AI dan toolsnya, saya harus belajar darimana"
Ada semacam kebingungan yang terjadi karena setiap hari kita dibanjiri dengan tools-tools ini. Kondisi ini mirip dengan saat era internet booming dan orang-orang mulai kebingungan menyaring mana informasi yang perlu dan tidak perlu dicerna.
Susahnya Fokus
Satu lagi, era ini juga menurut saya adalah era dimana kita sangat susah berkonsentrasi karena AI memberikan jawaban yang langsung (serta media sosial juga memberikan gratifikasi instan).
Beda sekali dengan cara kita mensintesa informasi di era Google yang harus melakukan pencarian, membaca ulang, lalu menyimpulkan. Saya masih ingat di era hanya segelintir orang yang memiliki akses internet, saya harus memberikan kata kunci pencarian ke orangtua saya untuk diprintkan beberapa lembar hasil dari Google via warnet.
Research di era ini menuntut informasi disarikan serba cepat, tidak peduli bagaimana perjalanan sebuah informasi disarikan menjadi sebuah insight.
AI Fatigue
Kelelahan AI itu nyata dan banyak orang mulai mengalaminya. Saya bersimpati pada generasi-generasi baru di internet karena masalah mereka bukanlah kesusahan mencari informasi namun bagaimana menyarikan informasi dengan benar tanpa mengurangi kognitif invididual.
Jangankan generasi baru internet, generasi lama seperti saya juga mengalami kesusahan beradaptasi dengan tools AI untuk menyarikan informasi.
Menurut Saya Sebaiknya Bergerak Dari Studi Kasus
Menurut saya, hal pertama yang bisa dilakukan untuk menghindari Fear of Missing Out (FOMO) memakai tools AI adalah bergerak dari use case atau problem. Cari masalah sehari-hari yang mungkin bisa diselesaikan oleh AI lalu buat workflow yang memiliki dampak efisiensi.
Kadang kita hanya ingin ikut-ikutan tanpa mengetahui sebenarnya tools ini beneran menyelesaikan masalah kita atau terlalu berlebihan untuk menyelesaikan masalah tertentu seperti membunuh nyamuk dengan nuklir. Saya rasa yang sangat bermanfaat di era AI yang berlari begitu cepat ini adalah kemampuan mengidentifikasi masalah dengan jernih dan mencocokkannya dengan salah satu tools AI.
Bagaimana menurut teman-teman?