(⌐▨_▨) Jati's Personal Blog

Memahami Gelar Professor, Panggilan professor, dan Professor Professoran

Belakangan saya baca komentar orang di internet, ternyata banyak yang belum paham gelar Professor akademik, panggilan professor, dan satu lagi saya anggap Professor Professoran. Bahkan media juga sering salah menyebut.

Professor sebagai gelar akademik

Dalam akademik, gelar Professor ini adalah jenjang tertingginya. Artinya seorang Professor pernah memulai jadi Asisten Professor (Dosen), menelurkan banyak karya tulis, lalu menaiki jenjang karir di kampus dan akhirnya diangkat menjadi Professor atau Guru Besar sebagai pencapaian tertinggi.

Artinya Professor atau Guru Besar ini diangkat melalui kampus dengan berbagai pertimbangan kontribusinya dalam bidang keilmuan. Hal ini banyak disalahpahami media besar, seringnya Asisten Professor dianggap Professor padahal jenjangnya masih belum sampai jadi sebenarnya belum bisa dipanggil Professor.

Panggilan professor

Berikutnya panggilan professor yang disematkan ke seseorang karena dianggap sangat pintar. Untuk hal ini, saya melakukannya ke seorang teman saya seangkatan di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik karena sangat brilian dalam menjelaskan analisis data melebihi dosen mengajar.

Sampai sekarangpun saya masih memanggilnya "prof" karena belum ada yang mampu menjelaskan sebrilian beliau di angkatan. Panggilan professor juga belakangan ini disematkan pada seorang pengajar SMA bernama Jiang lulusan Carnegie Melon University (CMU) yang sering membuat video tentang prediksi pergerakan dunia dalam perspektif Game Theory.

Selain itu, panggilan professor biasanya juga diberikan kepada seorang pengajar level universitas di barat. Maka dari itu ada term "university professor" yang memiliki arti bahwa seseorang mengajar sebagai dosen di sebuah Universitas. Bedanya dengan Profesor akademik biasanya penulisannya memakai huruf "p" kecil, sedangkan untuk akademik memakai "P" besar.

Profesor Profesoran

Nah kalau yang ini menurut saya parah. Menurut saya di Indonesia ini ada banyak yang bergelar Profesor Akademik tapi kelihatannya diangkat jalur politis.

Profesor Profesoran ini ==jam mengajarnya mungkin dibuat-buat dan karya tulisnya banyak diterbitkan di jurnal predator.

H-index, indeks yang memperlihatkan seberapa banyak karya tulisnya disitasi, begitu tinggi padahal karya tulisnya gak jelas (mungkin juga ada jokinya). Tempo pernah membahas Profesor Profesoran ini dan membuka data bagaimana gelar Profesor ini begitu sangat politis dan disematkan kepada orang untuk prestise (bukan kontribusi).

GR4Yo6MbkAEyna9

Semoga banyak pembaca blog ini jadi tipe yang pertama dan kedua, dan dijauhkan dari misi menjadi yang ketiga.

#jurnal